Sebuah pesan dari kawan

Seorang kawan berkirim pesan
 


.

.seorang pria, perlente, perut buncit, pakai jas, dan berkesan kaya raya tampangnya, berjalan keluar dari gedung di jl. thamrin. pas di depan gedung, ada seorang pengemis, seumuran si pria, kurus kering, muka layu, pakaian compang camping dan penuh debu.  Si pengemis begitu lihat si pria segera berkata, “tuan kasihanin saya, minta uang 20 ribu dong…” si pria berhenti, dipandangnya si pengemis sejenak lalu bertanya ” kalau saya beri 20.000, kamu tidak akan pakai untuk minum-minum kan ?” pengemis : “oh tidak tuan , saya tidak suka minuman keras.” si pria : “juga tidak akan pakai buat berjudi?” pengemis : “tentu tidak tuan, saya tidak suka berjudi.” si pria : “juga tidak di pakai main perempuan?” pengemis : “tidak, tidak. seumur umur saya tidak pernah suka main perempuan.” pria kaya itu pikir pikir sebentar lalu berkata lagi “gini aja , kamu ikut saya pulang , saya kenalkan sama istri saya, setelah itu kamu saya kasih 2 juta.” si pengemis menjawab, “lho kok, buat apa tuan?” “saya mau kasih lihat istri saya, kalau seorang laki laki tidak suka minum minum, tidak suka berjudi, dan tidak suka main perempuan, hasilnya seperti kamu ini!” jawab si pria kalem

komentar

Kalau kata Zaenudin MZ (th ’95), ”tdk minum, tdk judi, tdk maen perempuan saja jadinya begitu apalagi kalau minum, judi dan main perempuan..”

komentar

Jadi inget kisahnya nabi Ayub AS.. dijauhi masyarakat, ditinggalkan istri, anaknya semua meninggal, ditimpa penyakit hingga badanya membusuk, tidak memiliki rumah dan harta.. kalah sama orang berjas di jl Thamrin ya

komentar

Ada seorang lelaki tua, nasibnya barangkali tidak jauh berbeda dengan si pengemis di gedung jl Thamrin.. Senangnya menyendiri, kurang gaul, bepuasa, bersemedi, dan hidup bersahaja.. Tiba-tiba datang pria dgn Lamborghini seri terbaru, jas necis, full accessories Patek, iPhone, dan kasut buatan Tuan Gepeto.. ditangannya sebungkus penganan berlabel J-Co.  Dia menyapa lelaki tua yang tidak lain adalah sahabat karibnya waktu STM; jadi pertemuan ini gara-gara notifikasi seorang teman lain via FB tadi malam.., ”Wahai sahabatku apakah tanganmu  demikian sabar dgn upayamu, dengan khalwatmu padahal hatimu berat dengan dunia ini.. come on guy live is too short with your complicated  things, joy your live and celebrate the natural innocence..”

This entry was posted in Opini and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s