Menjalankan fungsi Recovery Manager

Factory Restore

Bagi pengguna laptop dengan preinstalled operation system, misalnya Windows, biasanya akan dilengkapi dengan feature ‘factory restore’. Seringkali setelah penggunaan sekian lama, system akan menjadi berat dengan berbagai tambahan aplikasi, disk fragmentasi atau ganguan virus.  Hal ini hampir tak dapat dihindari dikarenakan kebutuhan akan aplikasi-aplikasi tersebut juga konsekuensi penggunaan beresiko dari transfer data saat instalasi, pertukaran media penyim-panan dan terutama saat berselancar di internet.

Factory Restore adalah fungsi mengembalikan program bawaan dari komputer atau laptop saat pertama kali kita membeli. Program-program yang terinstal tentunya berlisensi resmi meskipun beberapa dianta-ranya adalah versi trial. Nah.. bila suatu saat kita mengalami masalah seperti disebut di awal tadi, atau kita ingin menjual kembali, atau sekedar ingin ‘refresh’ ke kondisi ‘awal’ maka saatnyalah kita mendayagunakan fasilitas ini.

Sebelum kita menjalankan fasilitas ini sebaiknya lakukan dahulu backup tersendiri terhadap data-data penting atau kalau perlu membackup secara keseluruhan data  dan system untuk suatu saat biasa dikembalikan, meskipun pada dasarnya fasilitas ini memiliki fungsi ‘creating backup’ otomatis saat fungsi dijalankan. Langkah berikutnya yaitu lakukan
restart dan ketika booting jalankan ‘factory restore’ atau Recovery Manager.

Beberapa komputer menyimpan fungsi ini melalui short cut ‘F’ pada keyboard, misalnya F11. Selanjutnya setelah menekan F11 kita akan dibawa ke layar wizard. Proses akan berjalan otomatis dengan tahap-tahap prosesesi sebagai berikut; 1. Creating backup, 2. Image recovery, 3. Instalasi software dan terakhir 4. Restorasi system keseluruhan.

Penting untuk diperhatikan saat proses recovery berjalan yaitu pemilihan partisi tempat program recovery akan disimpan. Setingan pabrik biasanya hanya memiliki 2 partisi default, 1. ‘partisi recovery’ (misal Recovery E:\) tempat program image tersimpan dengan aman dan 2. ‘partisi system’ (misal Local C:\) tempat dimana system operasi dan aplikasi disimpan dan berjalan.

Hanya saja biasanya kita membuat partisi tambahan baru di Local C:\ untuk menyimpan data (misal Local D:\) sehingga komputer memiliki 3 partisi, 1. Local E:\, 2. Local D:\ dan 3. Recovery E:\. Partisi tambahan Local D:\ ini berguna untuk keamanan data ketika terjadi masalah dengan system ketika sebelum proses recovery. Nah.. tetapkan kembali partisi Local C:\ untuk mengembalikan proses factory restore ini.

Sekarang komputer ‘tua’ Anda elah kembali segar dan nampak ‘muda’

 

This entry was posted in Computers and Internet and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s