ARM

 

 

…seorang teman kirim email, saya coba sharing dengannya..

ARM adalah ‘SEDERHANA’

‘Processor ARM’ atau lebih dikenal dengan ‘ARM’ (saja) adalah semacam ‘IC otak’ (bukan ‘otak IC’) yang cukup  handal penggunaannya pada perangkat PDA (Personal Digital Assistance, softwarenya menggunakan  Palm System) atau  PPC (Personal Pocket Computer, softwarenya mengunakan MS Windows CE).

Saat itu di dunia PDA dikenal tahap-tahap perkembangan processor diantaranya jenis OMAP (Texas Instruments), MIPS dan berikutnya yang dianggap paling unggul yaitu ARM. Saat ini OMAP dan MIPS mengembangkan produk pada segmen tersendiri.

ARM singkatan dari Advanced RISC Machine. RISC itu sendiri singkatan dari Reduced Instruction Set Computer. Jadi ARM kependekan dari Advanced Reduced Instruction Set Computer Machine. Kira-kira arti bebasnya adalah ‘Prosesor Komputer (Handal) Yang Menggunakan Tehnik Instruksi Sederhana’. Kalau obat kira-kira obat generik-lah.. tapi harga normal he..

Jadi sebenarnya ‘ARM’ adalah mengacu kepada istilah tehnik konfigurasi processor atau arsitektur dari pada istilah ‘merk’ dari sebuah produk processor. Jadi semacan jenis atau tipe processor. Tujuan dari design para insinyurnya adalah untuk membuat mesin yang lebih sederhana didalam instruksi-intruksi digitalnya dibandingkan dengan mesin atau ‘IC
konvensional’, sehinggan pemakaian daya listrik menjadi lebih hemat.

Reduce bukan berarti bahwa perangkat yang dibuat dengan menggunakan processor ini menjadi ‘produk kelas 2’ bahkan sebaliknya produk denagn ‘ARM Inside’ justru memiliki feature dan spesifikasi yang lebih baik. Hemat daya berarti berimbas pada efek panas, yaitu ketika beroperasi dengan power on perangkat menjadi ‘lebih dingin’ yang berujung pada efisiensi dan kehandalan serta perangkat secara keseluruhan menjadi lebih stabil.

Itulah kenapa waktu itu Palm (dianalogikan dengan kesederhanaan, mereka menganggap bahwa tidak perlu banyak warna atau grafis hanya untuk sebuah asisten digital pribadi) tetap ‘keukeuh’ tidak mau perangkat PDA-nya menjadi seperti ‘mini computer’ maka cukup menggunakan OMAP atau MIPS saja, tidak perlu bermahal-mahal melakukan research untuk mengembangkan ARM. Sebaliknya Microsoft inginnya membuat ‘mini computer’, jadi perlu processor kuat tapi sederhana, maka dikembangkanlah oleh pihak ketiga untuk membuat arsitektur mesin atau ‘IC Otak’ yang handal (untuk keperluan grafis) yang pada ahkirnya lahirlah processor ARM ini.

Akhir ‘80-an IBM bahkan telah meluncurkan komputer yang berbasis pada arsitektur ARM yaitu IBM RISC Sytem/6000 , operation systemnya menggunakan  AIX Unix OS. PT Telkom Bandung munkin termasuk salah satu perusahaan pertama di Indonesia yang menggunakan jenis komputer ini didalam membangun instalasi jaringan super komputer mereka yang terhitung canggih dan mahal waktu itu, barangkali belum  banyak instansi lain yang menggunakannya.

Terbukti! Microsoft memenangkan hegemoni ini dan pasar paling suka dimanjakan dengan produk mereka, maka ARM menjadi standard IC utama atau processor untuk penggunaan PPC dan bahkan diaplikasikan  pada jaringan super komputer yang komplex.

Terus terang saya kurang mengikuti perkembangan terakhir processor ARM ini sebagai mesin utama komputer pribadi. Saya hanya memiliki sedikit pengalaman dengan PPC lama saya dan sisa-sisa ingatan waktu sekolah dulu th ‘90-an yang tentunya sudah sangat jadul dalam perkembangan tehnik digital dibanding saat ini.

Jadi tidak ada alasan untuk ragu dengan kemampuan processor jenis ARM ini, hanya saja masih perlu bukti lebih nyata ketika digunakan di komputer pribadi atau notebook.

Notebook adalah notebook, dua hal yang berbeda dengan komputer deskstop bila dibandingkan dengan tujuan pemakaian dan keunggulannya masing-masing. Saya sendiri tidak terlalu paranoid dengan dikotomi processor di dalam perangkat komputer. Tapi tentu saja untuk keperluan yang lebih spesifik kita tetap terpaksa harus mereferensi kepada platform tertentu. Begitupun saat kita memilih perangkat atau gadget lainnya.

 

 

 

This entry was posted in Computers and Internet and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s