WiMax

Dua hari lalu saya melakukan test instalasi di internet center saya dengan WiMax meng- gantikan koneksi kabel ADSL sebelumnya. Alasan saya tentu saja karena beberapa kele- bihan teknologi yang ditawarkan WiMax. WiMax merupakan teknologi nirkabel alias tek- nologi gelombang radio.

Kelebihan teknologi WiMax:
1. Kecepatan transfer data yang tinggi hingga 75 Mbps
2. Bandwidth frekwensi lebar 2-11 GHz
3. Jangkauan luas hingga 8 Km serta tahan  terhadap perubahan cuaca
4. Open standard (saling kompatibel)
5. Murah dan mudah

Arti istilah Wimax menurut Wikipedia:

WiMAX adalah singkatan dari Worldwide Interoperability for Microwave Access, merupakan teknologi akses nirkabel pita lebar (broadband wireless access atau disingkat BWA) yang memiliki kecepatan akses yang tinggi dengan jangkauan yang luas. WiMAX merupakan evolusi dari teknologi BWA sebelumnya dengan fitur-fitur yang lebih menarik. Disamping kecepatan data yang tinggi mampu diberikan, WiMAX juga merupakan teknologi dengan open standar. Dalam arti komunikasi perangkat WiMAX diantara beberapa vendor yang berbeda tetap dapat dilakukan (tidak proprietary). Dengan kecepatan data yang besar (sampai 70 MBps), WiMAX dapat diaplikasikan untuk koneksi broadband ‘last mile’, ataupun backhaul.

2 band frekwensi utama WiMax:

  1. Fixed WiMax (band 3.5 GHz dan 5.8 GHz)
  2. Mobile Wimax (band 2.3 GHz, 2,5 GHz, 3.3 GHz dan 3.5 GHz)

Spektrum pita frekwensi WiMax:

  • 2.3 GHz (2360 – 2390 MHz)
  • 3.3 GHz (3300 – 3400 MHz)
  • 5.8 GHz (5725 – 5825 MHz)

Lokasi saya berada sekitar 4 Km dari tower utama WiMax ISP dan kebetulan di lantai 2 tersedia tempat yang leluasa untuk mengatur sudut  arah atau sektor antenna. Setelah antenna terpasang berikutnya adalah pengujian level sinyal RF (microwave) dan hasilnya bagus yang berarti lokasi saya layak untuk koneksi ke base station (BS). ISP saya meng gunakan WiMax 3.3 GHz, sesuai kuota yang mereka miliki dan sesuai aturan pemerintah.

Tidak ada perangkat tambahan untuk merubah network saya selain melepas modem ADSL dan menggantikannnya dengan single output port Injector 15.4 W buatan Phihong yang berfungsi selain meneruskan data dari antenna ke hub juga sebagai catu daya untuk antenna ke BS.

Berikut topologinya:

Internet——-Tower WiMax——-Antena——–Injector———Hub——–LAN

ISP dari Starcom (paket Shared 520 Kbps) antena buatan  Hariff Daya Tunggal Engineering

 

Gambar 1. Tower Base Station

 

Gambar 2. Antena WiMax

 

Gambar 3. Injector

 

Gambar 4. Hub

 

Gambar 5. Konfigurasi

 

Gambar 6. Device Info

 

Gambar 7. Status Info

 

Gambar 8. Speedtest

Dari hasil speedtest dalam dua hari ini pernah dicapai kecepatan download hingga 1.3 Mbps, satu lagi catatan saya bahwa WiMax memiliki kecepatan upload  hingga 2x lipat dibanding ADSL. Selain itu fungsi Remote Desktop tetap berfungsi dengan baik tapi beberapa game online mengalami sedikit lag.

 

This entry was posted in Computers and Internet and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s