Mikrotik

Mikrotik’ antara Mitos dan Fakta ?

Sedianya tulisan ini masuk dalam jadwal posting bulan Nov-Dec tahun lalu tapi karena satu dan lain hal malah terlewati oleh postingan pertama tahun ini. Pada kenyataannya memang bulan-bulan itu kosong dengan postingan sama sekali.

Mikrotik atau Mikrotik RouterOS™ adalah sistem operasi Linux base, sudah dikembangkan sejak tahun 1995 oleh sebuah perusahaan Latvia untuk  sebuah perangkat komputer atau PC yang difungsikan sebagai router dalam sebuah jaringan. Software ini berlisensi dan berlaku hanya untuk satu hardisk PC server, lisensi berdasarkan kepada kesesuaian dengan level aplikasi yang dipakai.

PC yang akan dijadikan router secara umum tidak memerlukan spesifikasi yang tinggi. Pentium I, RAM 32 MB, IDE hardisk 400MB dengan CD ROM drive sudah mencukupi, akan tetapi PC harus memiliki minimal 2 port ethernet card atau NIC dan mendukung IDE hardisk. Untuk keperluan network yang lebih kompleks atau profesional tentu spesifikasi PC harus disesuaikan.

Mikrotik adalah system yang khusus dikembangkan untuk kehandalan dan kesederhanaan. Biasanya permasalahan utama dalam koneksi network ke internet adalah masalah bandwidth dan kecepatan. Network yang memiliki client yang banyak tentu saja akan membebani jaringan secara keseluruhan dengan kata lain LAN nampak menjadi sangat ‘berat’ terutama saat beban penuh atau saat full online. Mikrotik dengan segala fiturnya yaitu berupa paket protokol TCP/IP seperti Proxy, DHCP, Firewall, Tools (ping, SSH dan sebagainya) dan fitur konektivitas seperti IEEE802.11.a/b/g, ISDN, Bridge, VLAN memberikan solusi yang sangat baik berkenaaan dengan masalah ini.

Selain RouterOS, system Mikrotik lainnya adalah Router Board (RB) yaitu perangkat hardware dengan beberapa ethernet port. RB memiliki software loader terinstal. Software control terkenal misalnya Winbox.

Komponen utama Router Board adalah CPU, BIOS, memory (NAND, DDR, beberapa type memiliki slot removeable storage seperti CF) dan ethernet controller. Router Board terkoneksi ke komputer server melalui koneksi RS-232 dan memerlukan sumber daya terpisah.

Mikrotik Router RB750

Penasaran dengan cerita ‘kehebatan’ Mikrotik  yang sudah cukup lama tersiar di kalangan pengguna LAN dan sementara saya juga sedang mengalami masalah migrasi broadband dari ADSL ke  WiMax yang terasa lebih buruk dari sebelumnya akhirnya dengan bermodal
pinjaman Mikrotik router RB750 dan software  Winbox maka disetujuilah percobaan konfigurasi 520MB (shared) untuk internet center saya.

Konfigurasi sebagai berikut:

ether #1 untuk ke internet -> IP 192.168.10.1
ether #2 terhubung ke hub -> IP 10.10.40.254/24
ether #3 terhubung ke PC Client lt.2 -> IP 10.10.40.114/24
ether #4 sebagai cadangan -> IP 10.10.40.0/24
ether #5 sebagai cadangan -> IP 0.0.0.0/0

PC Client #1 -> IP 192.168.10.2
PC Client #2 -> IP 192.168.10.3 dan seterusnya
PC Client #8 lt.2 -> IP 192.168.10.9

Subnet mask -> 255.255.255.0
Default Gateway -> 192.168.10.1
Prefered DNS -> 203.190.191.101
Alternate DNS -> 203.190.191.102

Hasil setelah melakukan penambahan Mikrotik dan seabrek setting pembagian bandwidth, firewall, NAT, masquerading, DHCP, IP pool dan sebaginya adalah: “ Jauh Panggang Dari Api !“, saya tidak mendapatkan hasil yang sesuai dengan harapan. Kecepatan internet tidak banyak berubah untuk tidak dikatakan sama atau bahkan lebih buruk !.

Gambar.1

Akhirnya dengan harapan yang positif saya melepaskan kembali konfigurasi Mikrotik dan kembali ke setingan awal namun saya menambahkan 2 kali lipat quota bandwidth broadband internet saya menjadi 1000MB (shared) yang berarti juga menambah biaya bulanan ISP.

Gambar.2

Hasilnya ? Sip! Dari hasil test didapat kecepatan download 0.95Mb/s menjadi 2 kali lipat dari kecepatan sebelumnya  0.49Mb/s demikian juga dengan ping test yang lebih singkat  yaitu hanya 57ms dibanding sebelumnya yang 2 kali lebih lambat yaitu 106ms serta tidak dilakukan pembagian bandwidth pada pc client tapi hasil yang didapat adalah kecepatan akses internet meningkat drastis dan stabil artinya tidak banyak mengalami disconnect.

Kesimpulan:

  1. Mikrotik tidak berpengaruh pada kecepatan internet bila quota bandwidthnya memang sangat terbatas.
  2. Mikrotik selain berfungsi sebagai IP addressing (dan management LAN lainnya), fungsi utamanya adalah hanya sebagai pengatur jatah bandwidth pc client dalam satu atau beberapa jaringan komputer.
  3. Mikrotik baik digunakan untuk management LAN yang lebih besar & profesional.
  4. Menambah quota bandwidth ISP adalah solusi untuk meningkatkan kecepatan internet.

Sekian.

This entry was posted in Computers and Internet and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s