..belajar bahasa sendiri

Perai

Saya ga tau apakah perai merupakan kata dasar dari kata imbuhan terperai yang berarti terberai, tercerai, terputus atau arti padan lainnya atau jangan-jangan memang ga ada apa itu istilah perai dalam bahasa Indonesia baku. Tapi setidaknya saya pernah mendengar istilah itu.

Kalimat retorik ‘Gadis cantik itu tidak nampak lagi, tak tahu dimana sekarang dia berada’. Dapat diartikan, barangkali memang si gadis itu telah pergi meninggalkan tempat asal-usul-nya dikarenakan dia pergi ke tempat lain dalam pengertian lokasi, wilayah atau daerah tertentu secara fisik ? atau pergi ke alam lain ? karena tidak ada bukti-bukti yang mendukung yang menerangkan keberadaanya saat ini, di kampung asalnya atau di tempat lain dimana sebelumnya dia pernah ada. Situasi ini bisa saja mempengaruhi begitu dalam kepada kesan orang-orang yang ditinggalkannya, kekasihnya, orangtuanya, kawan-kawannya, para pecintanya, para pembencinya dan banyak lagi (saya anggap semua urusan ini selesai seiring raibnya si gadis).

Bila kesimpulan kedua yang kita ambil berarti sesuatu dari dua hal telah terperai yaitu wadag gadis dan isi gadis, walaupun orang-orang tidak menemukan wadag yang sudah tanpa isi dari oknum yang kita sebut gadis itu. Nah ternyata dalam konteks ini kata ‘perai’ begitu dasyat artinya. Dari awal mula manusia hidup dulu-dulu, sekarang, ataupun nanti ceritanya sama, kata perai ini pasti dan niscaya akan menghinggapi semua oknum sejenis gadis tadi. Lenyap.

Ah bahasa dari dulu aku sulit memahaminya..

This entry was posted in Opini and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s