TOR

Bawang Merah

Barangkali anda pernah mengalami berurai air mata hingga perih pedih gara-gara mengiris bawang merah ? Ya bawang merah adalah semacam umbi berlapis-lapis hingga ke lapisan dalam, tapi masalahnya kita tidak akan pernah mendapatkan biji atau daging yang sebenarnya dari bawang tersebut. Upaya mencari inti yang sebenarnya dari sebuah bawang hanya merupakan upaya yang sia-sia, kita hanya mendapatkan lapisan demi lapisan tanpa dasar dan gelimangan tetesan air mata..

Demikianlah TOR dianalogikan. The Onion Router atau ‘bawang pemutar’ adalah semacam jaringan virtual acak untuk keperluan lalu-lintas internet.

Seperti kita tahu internet adalah ‘suatu jaringan raksasa’ dimana demikian banyak komputer atau web saling terhubung menurut kaidah komunikasi data. Artinya saat ber-internet terjadi perpindahan data dari satu komputer ke komputer lain, dan tentu saja semua itu mengandung resiko. Mengapa ?

Saat ini begitu banyak aktifitas yang dapat dilakukan di internet selain browsing, misalnya: chatting, email, downloading/uploading, social network, game online, blogging, web hosting dan sebagainya, dan sebagainya hingga transaksi online atau berburu jodoh. Hampir semua kegitan itu mempersyaratkan data-data pribadi kita yang bahkan tidak jarang meminta data kita yang sangat pribadi seperti nama, tanggal lahir, nomor credit card sampai nama ibu kandung pun ditanya ! Secure. Apalagi bila kegitan internet itu dilakukan oleh institusi, jurnalis, agen rahasia atau bahkan suatu negara. Mengenai yang ini saya gelap..

Ya begitulah pada awalnya semua data tersebut digunakan oleh para penyelenggara atau penyedia layan internet untuk keperluan keamanan saat kita melakukan kegiatan internet.

Kita saat ini seolah-olah telah menjadi seorang pribadi baru lainnya yang memiliki identitas begitu jelas di dunia maya dengan seribu macam account dan login.

Dari semua itu ada saja pihak-pihak lain yang bermaksud menyalahgunakan data-data maya kita untuk berbagai keperluan yang bisa jadi sangat merugikan kita nantinya. Suatu komputer atau software atau apapun bisa saja melakukan pencurian data-data tersebut sehingga data pribadi kita dimiliki juga oleh pihak lain !. Bagaimana mereka melakukannya ? Mereka melakukannya dengan cara: menyadap, merekam, atau dengan menelusuri jejak koneksi ID komputer kita ke komputer internet. Karena setiap komputer yang terhubung di jaringan raksasa internet tentunya memiliki ID yang unique dan berbeda satu sama lain termasuk (jaringan) komputer anda. Silahkan baca juga artikel saya terdahulu yaitu tentang Phishing.

Nah disinilah TOR dimaksudkan. TOR bermaksud mengacak jejak koneksi komputer anda di internet sehingga sulit di telusuri oleh komputer lain, sebagaimana sulitnya mencari inti di dalam lapisan bawang.

Begitu kita memulai membangun suatu koneksi internet TOR, secara sistematik dan efektif  TOR akan membuat ‘jalur-jalur palsu’, menciptakan ratusan ‘rute-rute kabur’ yang tidak jelas (sebenarnya jelas) selama menjelajahi internet sebelum akhirnya komputer kita sampai ke server komputer tujuan. Hal inilah yang dimaksudkan lapisan bawang tadi. Jalur koneksi intenet kita menjadi sulit dideteksi oleh pihak lain, ‘kita’ menjadi seorang anonymous atau seseorang yang tidak atau sulit dikenal.

Karena aksi ‘tipu-tipu’ tersebut menjadikan TOR memerlukan waktu sedikit lebih lama pada awal-awal koneksi intenet dibanding tanpa TOR, karena TOR terlebih dahulu  harus mencari relay-relay yang kosong sebelum meneruskan dan akhirnya menjalin koneksi. Tapi begitu jaringan terbentuk, maka kecepatan akses koneksi akan berjalan relatif normal.

Bila internet anda telah terkoneksi melalui TOR maka anda akan dikenali sebagai pengguna dari negara penyelenggara atau pembantu relay TOR. Bisa saja anda muncul sebagai user dari Jerman, Denmark, USA atau negara lainnya dan pada detik lain koneksi berikutnya lokasi anda telah berubah lagi dengan lokasi yang baru, demikian seterusnya selagi anda ber-internet dengan TOR maka lokasi anda berubah-rubah terus secara acak.

Selain konsekuensi kecepatan akses internet yang dianggap lebih lambat dibanding akses internet tanpa TOR, beberapa server web juga sering kali ‘menolak’ atau tidak mengijinkan akses internet kita ke komputer mereka. Ya itu tadi kita dianggap makhluk tak dikenal, ID loe ga jelas Man ! Misalnya, ketika anda mencoba login ke account Facebook anda, maka server mereka mengingatkan anda sebagai align user. Anda akan diminta berbagai pertanyaaan hingga melewati 5 step pertanyaan untuk bisa meyakinkan mereka bahwa anda adalah benar-benar pemilik account Facebook tersebut.

Tapi juga ada kelebihan lainnya, dalam beberapa kasus TOR sanggup menembus blokade situs-situs terntentu dari IP address, misalnya situs-situs dewasa. Sebaliknya layanan server free download juga seringkali menolak anonymous user, kita akan kesulitan men-download bila kita menggunakan TOR.

Bila anda telah meng-install TOR dan menggunakan browser Firefox atau IE selanjutnya anda bisa melakukan setting TOR dengan merubah option koneksi internet anda melalui localhost (127.0.0.1) dan port 8118. Hampir semua layanan internet tetap berjalan kecuali beberapa layanan social network seperti yang disebutkan di atas.

Tor Project: Vidalia bekerja sukarela dan non profitable, intinya project TOR bermaksud membantu melindungi privacy seseorang saat berinternet. Tujuan yang cukup mulia dan nampaknya perlu kita dukung. Selain dimaksudkan sebagai anonymous browser, project TOR juga menawarkan kepada kita bila seandainya kita juga ingin terlibat membantu mereka sebagai relay bagi mereka. Tentu saja komputer yang dimaksud sebagai relay adalah komputer yang memiliki quota bandwidth yang sangat besar dan kemungkinan hanya dimiliki oleh perusahaan-perusahaan atau provider-provider. Untuk Indonesia bahkan Asia sendiri masih sedikit pihak yang bersedia menjadikan server komputer mereka sebagai Relay.

Tergantung.. Apakah anda mau menjadi seorang yang ‘jelas’ tapi dengan berbagai resiko dan kadang terbatas atau sebagi seorang ‘anonymous’ tapi aman dan kadang tidak terbatas.

This entry was posted in Computers and Internet and tagged . Bookmark the permalink.

6 Responses to TOR

  1. Nina says:

    Artikelnya bagus pak…

  2. harvest says:

    wah artikelnya GOOD pak
    tq infonya…
    ditunggu artikel berikutnya

  3. Fal says:

    wah artikelnya bagus..
    siip….thx

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s