Stabilizer

Seberapa perlukah ?

Segala sesuatu harus stabil. Dalam konteks apa ? Benarkah begitu ? Apa beda Stabil dengan Dinamis ? Kata-kata mana yang lebih anda suka ? Ah rasanya tergantung sudut pandang aja deh..

Dalam konteks ini stabilizer yang saya maksudkan adalah suatu perangkat elektronik atau perangkat listrik yang disebut AC Volt Stabilizer atau stabilizer.

Tinjauan sederhana.. expert (?) skip aja bro.

Stabilizer berfungsi “menerima suatu rentang tegangan jala-jala listrik arus tak beraturan (AC) dari suatu sumber, misalnya aliran listrik dari PLN atau sumber lainnya (misal dari genset) untuk kemudian diproses atau disesuaikan dan dikelurkan kembali berupa tegangan jala-jala listrik arus tak beraturan yang tadi tapi tidak lagi dalam suatu rentang, tapi pada suatu nilai tertentu”.

Keluaran dari stabilizer sudah berupa suatu nilai tetap yang standard yang telah ditentukan sebelumnya, misalnya 220V, padahal rentang aliran yang masuk berbeda (karena rugi-rugi kelistrikan dan berbagai penyebab sehingga tegangan menjadi fluktuatif, kadang turun, kadang naik, tapi lebih seringnya turun) misalnya rentang dari 180V sampai 260V. Kenapa ?

Indonesia memiliki standard penggunaan listrik untuk kebutuhan rumah tangga atau umum adalah 220V, jadi semua peralatan listrik yang dibuat dan akan dipakai di sini mempersyaratkan tegangan masuk sebesar nilai tadi yaitu 220V, bila diluar nilai itu, lebih kecil atau lebih besar maka daya guna perangkat listrik menjadi tidak sesuai. Kasusnya bisa menjadi tidak menyala, tidak normal, panas, rusak atau bahkan terbakar. Tidak mampu bertahan lama.

Tapi ga segawat itu kalee. .

Semua perangkat listrik tadi sudah di-desain untuk memiliki toleransi (tegangan listrik masuk) misalnya perangkat akan berfungsi baik bila dipakai dipakai dalam rentang 210V-230V. Nah disinilah stabilizer berfungsi, karena fungsinya tadi adalah mengeluarkan tegangan tetap pada nilai 220V, TEPAT dengan persyaratan yang diminta oleh alat listrik. Berarti karena sudah mendapatkan daya yang sesuai maka perangkat bekerja normal. Namun begitu, stabilizer juga termasuk perangkat listrik, jadi tetap mempersyaratkan toleransi tegangan masuk juga.

Komputer yang umum kita kenal termasuk perangkat yang membutuhkan daya listrik, lantas perlu dong dikasih stabilizer ?.

Jawabannya: gas mesti juga, loh kok ? Komputer peenting eh !

Sederhananya komputer memiliki jenis pengolah sumber tegangan listrik yang ‘berbeda’ dibanding perangkat umum lainnya, yang disebut power supply unit (PSU). PSU secara teknis mampu bekerja dengan daya masukkan dalam rentang yang luas. Kalau alat yang umum memiliki rentang ‘hanya’ 20V (dari 210V sampai 230V), maka PSU memiliki rentang ‘lebih’ dari itu bisa hingga 80V (dari 180V sampai 260V). Kasus diluar itu sangat jarang terjadi, kecuali kena petir atau mati lampoo.

Jadi untuk apalagi pake stabilizer ? Kecuali anda seorang paranoia, hamburkan saja uang, beli dah stabilizer buat komputer, biar keren..

Kalo UPS (uninterruptible power supply) buat komputer ane mau banget ! nyank ini entar deh..

Jadi ternyata sangat perlu yah toleransi yang luas itu saudara-saudara
Stabil juga perlu, dinamis apa lagi
Kira-kira begitu
Piis..

This entry was posted in Opini and tagged . Bookmark the permalink.

3 Responses to Stabilizer

  1. Santy Imut says:

    rumah saya spanningnya rendah, n saya pakai stabilizer 500N tetapi komputer tetap mati saat spanningnya turun.jdi saya beli ups.ups tidak charger saat spanning rendah.tapi kalau kabel ups saya pasang ke stabilizer charger, namun waktu spanning drop arusnya tidak mau berpindah k ups.karena arus pln dari stabilizer masih ada.jadi gimana solusinya? makasih infonya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s