Amplifier Part-2

Amplifier Part-1

Percaya ga ? Beberapa tipe amplifier membutuhkan Viagra ! Ya Viagra obat kuat. Tambahakan 2 butir Viagra asli made in USA ke dalam box amplifier anda  letakkan persis di dekat antara trafo dan elko..

Sinyal audio yang di reproduksi dari unit player seperti turntable, cassette deck, CD/LD player dan sebaginya masih berupa sinyal yang sangat kecil sehingga tidak bisa langsung diumpan ke driver atau speaker. Dia harus melalui pembesaran sinyal terlebih dahulu yaitu melalui Amplifier.

Amplifier disini adalah amplifier tipe solid state atau IC, Transisitor, Mosfet dan sejenisnya, bukan amplifier tipe tabung.

Problem utama amplifier:
1.    Loyo, kurang bertenaga, terutama saat memproduksi frekwensi rendah atau bass.
2.    Berdesis, gangguan suara yang tidak dikehendaki yang muncul ketika dihidupkan.
3.    Suara gak jelas, kaku, keras, memekakkan telinga.
4.    Panas, daya tidak seimbang.

Komponen utama Amplifier:
1.    Trafo atau transformer catu daya
2.    Elko atau electrolyt capasitor catu daya
3.    IC penguat
4.    Resistor, Dioda, Kapasitor kecil, Kabel

Amplifier ideal: gesit, penuh tenaga dan ga berisik. Mampu memproduksi semua spektrum audio dengan baik serta luwes tapi tetap cool.

Catu daya adalah sumber arus utama dari sebuah amplifier, dimana trafo bisa kita anggap sebagai jantungnya amplifier. Makanya perlu perhatian lebih disini.

Trafo. Trafo berfungsi menurunkan tegangan dari sumber arus listrik PLN dan memperbaharui besaran arus untuk kemudian dijadikan sumber tegangan arus beraturan atau DC melalui penyearah dioda dan ditapis oleh kapasitor utama sebelum akhirnya disalurkan ke komponen-komponen lainnya yang membutuhkan terutama IC power. Model gulungan trafo beragam. Ada tipe inti E (+I), H, R, toroidal dan lain-lain, secara tehnis gak terlalu ngaruh kecuali di harga. Harga trafo tipe toroidal bisa berkali lipat harga trafo tipe biasa. Untuk tipe biasa saja misalnya, orang menghitung dengan harga Rp 1,000/W jadi bila ingin tarafo ukuran 1000W anda perlu anggaran setidaknya Rp 1jt. Kalo toroidal coba kali 3 aja udah Rp 3jt, pemborosan Man !. Pake tipe biasa aja cukup.

Tapi memang bagi saya, trafo harus BESAR. Maksudnya trafo harus memiliki kesanggupan untuk men-drive power hingga katakan 10 kali lipat dari desain awal amplifier yang akan dibuat.  Jadi saya akan menggunakan trafo berukuran 100W untuk membuat amplifier 10W. Dimensi dan berat trafo biasanya seiring ukuran kapasitas. Trafo 1000W (2 x 35V, CT, 15A) beratnnya bisa mencapai 5kg dengan dimensi panjang, lebar dan tinggi masing-masing 15cm x 8cm x 10cm. Nanti akan lebih dijelaskan.

Sekarang Elko. Elko berfungsi menapis dan menampung arus. Orang bilang, untuk setiap 1W amplifier, maka dibutuhkan 1000uF kapasitor electrolyt.  Artinya bila design amplifier adalah 20W maka diperlukan elko sebesar 20,000F. Busyet !.

Nah disinilah kesiapan trafo yang memiliki kapasitas besar berguna. Bila cadangan arus sudah demikian besar dimiliki oleh trafo maka ngapain lagi digayutin elko-elko raksasa ? Untuk ‘mengisi’ dan ‘membuang’ arus daya listrik ke elko perlu waktu. Elko besar otomatis memerlukan waktu reltif lebih lama untuk proses pengisian-pembuangannya, nah inilah yang nanti berpengaruh pada response ketika memproduksi sinyal suara.

IC power. Berfugsi meng-gain atau memperbesar sinyal, pada intinya kata amplifier adalah untuk mewakili fungsi IC ini. Diperlukan heatsink yang cukup besar untuk menjaga IC tetap dingin.

Tergantung class amplifier yang akan dibuat. Class A dengan daya 10W sampai 20W  biasanya cukup menggunakan satu IC untuk setiap kanal (bukan IC hybrid semacam STK dan sebagainya). Class B misal untuk design amplifier 40W biasanya menggunakan dua pasang IC power untuk setiap kanalnya (L dan R). Class lainnya seperti class A-B, C, H dan sebagainnya bisa cari referensi lain.

Komponen lain seperti Resistor, Dioda, Kapasitor kecil, dan lain-lain diutamakan yang memiliki toleransi kecil (1%), komponen sejenis tipe umum tolresansinya 2% sampai 5%. Komponen ini sangat berpengaruh kepada keakurasian suara. Demikian juga mengenai kabling dan interkoneksi kalau bisa dipilih yang sesuai.

Demikian itu pandangan sekilas dari sebuah amplifier audio.

Sayangnya saya ga pernah percaya Viagra tuh.. apalagi buat amplifier loyo

Berarti masih nyambung ke Amplifier Part-3 untuk membahas Tone Control, Preamp dan Speaker. Insya Allah.

Amplifier Part-3 (TAMAT)

This entry was posted in Entertainment, Hobbies, Music, Opini and tagged . Bookmark the permalink.

2 Responses to Amplifier Part-2

  1. sofie says:

    Mari kita buktikan…. Apakah Viagra yang di taro di amplifier bisa meningkatkan kualitas amplifier tersebut…..🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s