Virtual Memory – Virtual RAM

Virtual Memory

RAM [Random Acess Memory] adalah memory utama dari suatu komputer yang berupa komponen aktive elektronik yaitu chip atau IC, selain tentu saja jenis memory untuk keperluan lainnya yaitu ROM [Read Only Memory] pada BIOS, dan Chase memory yang terdapat di dalam processor ataupun memory fisik lainnya yang built-in dalam kartu grafis misalnya.

Dikenal beberapa jenis mounting pin dari RAM [jenis memory yang bersifat dinamis ini sehingga disebut juga DRAM – Dynamic Random Access Memory] seperti: DIP [Dual In-Line Package] dipasang pada PCB melalui lubang-lubang yang telah tersedia dengan solder, SOJ [Small Outline J-Lead] pin berbentuk ‘J’ dipasang pada sisi luar PCB, TSOP [Thin Small Outline Package] berupa chip tipis dan kecil dan CSP [Chip Scale Package].

Chip atau IC tadi terpasang dalam bentuk modul-modul sesuai jumlah pin seperti EDORAM, SDR-SDRAM [SDRAM], SDR-DDRAM [DDR] dan RDRAM. RAM bekerja secara elektris dan bersifat volatile atau ‘menguap’ bila arus listrik mati, berbeda dengan harddisk yang non volatile atau ‘tidak menguap’ meskipun arus listrik mati. Harddisk berupa cakram yang bekerja secara magnetis-mekanis sehingga bila dibandingkan dengan RAM kecepatannya sangat jauh tertinggal. Sebagai contoh perbandingan: Untuk melakukan transfer sejumlah data tertentu dengan kapasitas yang sama, katakanlah RAM memerlukan waktu 3.5 menit maka harddisk memerlukan waktu 4.5 bulan !.

Suatu sistem operasi dari sebuah PC tentu memiliki organisasi memorynya terhadap arsitektur memory pada PC tersebut, misalnya MS Windows. RAM ‘menjembatani’ terjadinya operasi transfer data di dalam processor terhadap media penyimpanan seperti harddisk atau media external lainnya. RAM akan berusaha mempertahankan data tersebut dalam jangka waktu tertentu untuk siap setiap saat dapat diakses kembali atau diperlukan oleh processor. Nah bila transfer data ini tidak mampu ditangani oleh RAM, maka sistem operasi akan mengalihkan beban kerja ini ke sebagian meory ruang harddisk [virtual memory] yang kosong. Operasi ini disebut ‘paging file’.

Ukuran virtual memory untuk operasi paging file ini biasanya disesuaikan dengan besarnya ukuran RAM yang dimiliki PC tersebut. Windows XP mempersyaratkan ukuran virtual memory sebesar 1.5x dari ukuran RAM. Misal: untuk PC dengan RAM 2GB maka ideal virtual memory  = 2GB x 1.5 = 3GB. Lebih dari itu tidak akan terpakai. Untuk keperluan ini secara default drive system C akan dialokasikan sebagai virtual memory atau anda dapat merubahnya ke harddisk lain yang terpisah sehingga akses akan lebih cepat.

Vista’s ReadyBoost  dan SuperFetch – XP eBoostr

Di MS Windows Vista kita dapat memanfaatkan USB Flash Memory sebagai “RAM Virtual’ melalui fitur ReadyBoost. Fitur ini tidak dimiliki MS Windows XP, tapi beberapa pihak ketiga mendevelope software berbayar yang fungsinya kira-kira sama dengan ReadyBoostnya Vista, misalnya tool berinisial eBoostr. Fitur ini dapat meningkatkan performa atau kecepatan komputer tanpa menambahkan module RAM. Dengan US$ 20.00 anda bisa merekayasa RAM Virtual hingga 4GB atau lebih, bandingkan bila harus membeli RAM diperlukan sekitar US$ 60.00.

RAM adalah hardware, ReadyBoost, SuperFetch dan eBoost adalah software tentu merupakan dua hal yang berbeda untuk mengorganisasi arsitektur memory suatu komputer. RAM tentu lebih stabil dan tetap lebih cepat dibanding Virtual Memory ataupun Virtual RAM, bila dana mendukung menambah RAM adalah pilihan lebih baik.

This entry was posted in Computers and Internet, Opini and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s