Undervolting: RightMark

Pengguna laptop yang banyak menggunakan applikasi berat atau resource yang besar seperti internet, multimedia, grafis atau game online, sering direpotkan dengan overheat CPU sehingga komputer menjadi hang, tidak stabil, bahkan menyebabkan komputer shutdown otomatis.

CPU sebagai komponen utama dari sebuah komputer memiliki rating voltage [VID] dan frekwensi [FID] tertentu dari setiap pabrik pembuatnya. Setiap merk tentunya memiliki spesifikasi yang berbeda, semisal Intel dan AMD.

CONTOH:

FID. Clock atau kecepatan dari sebuah CPU [Core Speed] didapat dari hasil faktor perkalian [Multiplier] terhadap kecepatan bus [Bus Speed]. Misal faktor Multiflier default adalah 6.0x hingga 11.0x [berarti total ada 6 step], Bus Speed: 133MHz, maka  Core Speed untuk 7.0x  adalah 7 x 133MHz = 931MHz. Saat operasi maksimal CPU pada 11.0x maka didapat 11 x 133MHz = 1463MHz atau 1.46GHz [kondisi kerja maksimum].

VID. Memiliki rating dari 0.9500V hingga 1.250V dengan step 0.0125V atau 1.25mV . Misal untuk Multiflier terkecil 6.0x adalah 0.9500V hingga terbesar 11.0x  adalah 1.2500V.

Melalui pengaturan supply tegangan dengan faktor perkalian diatas maka CPU akan menentukan frekwensi kerjanya. Mulailah dari posisi defaultnya yaitu 1.250V [biasanya pabrikan menset CPU pada posisi tegangan maksimal atau 11.0x artinya pada frekwensi 1.46GHz], lalu turunkan ke step di bawahnya yaitu 1.250V-0.0125V=1.125V. Lihat perubahan yang terjadi, terutama perubahan penurunan suhu. Bila fungsi komputer tetap normal, teruskan ke step voltage dibawahnya hingga batas terendah yang kita tentukan misal pada 1.100V [batas terendah sesungguhnya adalah 0.9500V] untuk 11.0x atau didapat setting clock 798MHz.

Sistem menjadi lebih ‘green’ dan ‘cool’ dengan kata lain penggunaan battery lebih irit dikarenakan konsumsi daya yang telah dikurangi. Performa hardware atau CPU bekerja sesuai kebutuhan, tidak selalu ‘dipaksa’ dalam kondisi ‘under pressure’ yang menyebabkan panas. Penurunan suhu bisa lebih dari 15*C, dari rata-rata biasanya 84*C turun menjadi 67*C atau lebih rendah ke angka 40*C pada posisi idle, perubahan suhu yang sangat berarti. Suhu CPU selanjutnya akan berubah-rubah mengikuti beban kerja komputer tetapi tidak akan lebih panas dari sebelum dilakukan undervolting.

RightMark step by step:

  1. Advance CPU Setting: untuk melakukan proteksi termal otomatis
  2. Profiles | Performance on Demand: mengatur Use P-state transitions [PST] saat penggunaaan daya AC Power dan Battery
  3. CPU Info: melihat status CPU

This entry was posted in Computers and Internet, Opini and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s