3 Pria Tua

Saya ingat ceritanya Lev Tolstoy (Leo Tolstoy), pengarang Rusia abd 18-19,
negara asal pembuat pesawat Shukoi, his masterpiece-nya Anna Karerina, tapi
ini kisah dia yang lain bukan Nona Anna...

Saduran bebas

3 Pria Tua

Sebuah pulau terpencil dihuni 3 pria yang sudah lanjut.
Satu pria berperwakan sedang, dan kepalanya sudah botak dan lemah.
Satu pria lainnya berperawakan kecil, berambut putih dan sudah susah
berdiri.
Pria ketiga berperawakan tinggi, berjanggut panjang, dan rambut putih dan
bertongkat.

Mereka semua tampak dekil dan berwajah kampung.

Tiba-tiba datanglah 2 orang misi (onaris) pembawa risalah Tuhan untuk
mencerahkan sang penghuni pulau.
Kedua ‘utusan’ itu segera menjumpai 3 pria tua, membuka kitab dan
berceramah tentang segala kebaikan yang diharuskan Tuhan.

Utusan itu berkata bagaimana tata cara bersosial, tata cara bebersih atau
makan, cara-cara berdo’a dansebagainya.
Dan utusan itu mendapati ke-3 pria tua itu 99% jauh dari ajaran Tuhan yang
diusungnya, jadi mereka harus tobat dan merubah cara hidupnya yang salah.
Setelah beberapa hari, dengan kesabaran yang penuh menghadapi 3 pria uzur
yang nampak mulai pikun itu, kedua utusan akhirnya harus pulang dan membawa
khabar ke pulau liar lainnya.

...3 pria itu nampak serius belajar dan mengingat kalimat-kalimat do’a yg
diajarkan selama beberapa hari itu, mereka sulit mengingat dan gampang lupa
dikarenakan usia yang terlalu lanjut...

Baru 20m utusan berlalu, tiba-tiba ke-3 pria itu muncul di depan mereka dan
bertanya tentang kalimat do’a yang mereka lupa mengingatnya, lalu diajarkan
kembali, seketika itu ke-3 pria tua langsung menghilang.
Utusan itu terus berjalan menuju pantai untuk mendapati perahu yang akan
menghantar mereka pulang dan berlayar.
Sesaat mau menaiki perahu tiba-tiba ke-3 pria tua itu muncul lagi dan
bertanya tentang do’a yang mereka lupa lagi untuk mengingatnya, lalu
diajari kembali dan ke-3 pria itu lenyap kembali tanpa jejak.

Tibalah para utusan itu berlayar di tengah samudra, jauh dari pantai tadi
dan menuju pulau lainnya.
Tiba-tiba sayup-sayup terdengar dari buritan ke-3 pria yang tinggal di
pulau tadi sedang berjalan setengah terbang di permukaan laut bergegas
menyusul perahu para utusan.
'Bapak ajari kami do’a yang tadi, kami lupa lagi, tolong Bapak ajari lagi
kami lupa melulu' pinta ke-3 pria itu yang kali ini semuanya berjubah putih
dan berwajah bersih walau tetap nampak kampung.

2 utusan itu menangis dan mereka minta maaf kepada ke-3 pria tua itu, tidak
tahu kenapa...

Sigahna teu nyambung deui euy...
This entry was posted in Opini and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s