SETFSB

Melakukan perubahan FSB atau meng-overclock FSB dengan menggunakan tools SETFSB tanpa merubah jumper FSB dan jumper Multiply di motherboard. Pertama download SETFSB yang sesuai dengan Merk Motherboard, Model Motherboard, Chipset dan IC Clock Generator (PLL).

Install FSB, run SETFSB, bila tidak ada masalah atau cocok dengan system komputer maka aplikasi akan berjalan.

Cari seri IC MB yang sesuai di database SETFSB, atau yang paling mendekati. Disini perlu diperhatikan jenis PC RAM yang digunakan, clock RAM minimal harus memiliki frekwensi yang sama atau lebih tinggi dari FSB, bila tidak maka RAM tersebut akan ‘off’ untuk sementara, sedangkan RAM yang lainnya tetap ‘on’ saat OC dieksekusi. Jadi total jumlah RAM bisa seolah-olah berkurang dari jumlah yang seharusnya, tetapi RAM sisanya justru ‘fire on’ dengan clock maximalnya.

Seting ini dilakukan melalui tools kecil yang berjalan diatas Windows, setiap saat seting bisa mengkonfigur ‘overclock’ atau ‘downclock’ kepada system kemudian dikembalikan lagi ke defaultnya dengan mudah.

Bila terjadi kegagalan yang memyebabkan kerusakan pada salah satu RAM, maka komputer akan crash ! dan bisa menyebabkan kerusakan permanen pada komponen vital lainnya di motherboard termasuk seperti Chipset, GPU dan bahkan CPU !!.

SETFSB pada Motherboard ASUS P2B-D, Chipset Intel 440BX, GPU AGP Digital Alliance R9250 128MB 64BIT (Powered By ATI)

ICS9248BF-87

Didapat dari database SETFSB, seri IC PLL yang seharusnya dari motherboard adalah ICS9250CF-08.

Posisi FSB sebelumnya adalah 4/31:

FSB / SDR / AGP / PCI -> 83.3 / 83.3 / 55.5 / 27.7 Mega Hertz

Setelah di OC ke 5/31 menjadi:

FSB / SDR / AGP / PCI -> 100.3 / 100.3 / 66.8 / 33.4 Mega Hertz

Efek OC ini akan segera berpengaruh pada kestabilan system, menjadi terasa lebih cepat atau sebaliknya menjadi tersendat-sendat. Efek meningkatnya kecepatan tidak serta merta berpengaruh juga pada kecepatan ketika memainkan game misalnya, sejauh yang saya rasakan pengaruh kecepatan terasa saat mengakses file, menjalankan dan menutup beberapa aplikasi multitasking tapi tidak untuk video game, mungkin ini dikarenakan OC hanya dilakukan 1 step, berikut gambaran bila di OC 2 step ke posisi 6/31:

FSB / SDR / AGP / PCI -> 105.0 / 105.0 / 70.0 / 35.4 Mega Hertz

Saya tidak merasakan pengaruh yang lebih cepat, mungkin system komputer saya sudah maximal pada clock ini.

Perlu dicatat, SETFSB bekerja langsung ke ‘jantung’ system hardware komputer biarpun dijalankan dari Windows, jadi sangat perlu hati-hati. Saya tidak menyertakan hasil benchmark Memory dan CPU dengan menggunakan PerformanceTest karena hasilnya tidak terlalu besar berbeda dengan dan tanpa SETFSB.

This entry was posted in Computers and Internet, Opini and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s